logo blog
Selamat Datang Di Infotipso
Terima kasih atas kunjungan Anda di Infotipso,
semoga bisa bermanfaat dan memberikan pengetahuan pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Mengatasi Netbook yang “Mati”


Netbook seperti laptop atau perangkat komputer lainnya bisa mengalami “crash” atau “mati” atau tidak bisa loading atau tidak bisa booting. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya bisa karena hardisknya rusak, boot filenya korupt atau rusak, RAMnya “mati”, atau bisa juga karena jack DCnya rusak.

Maka cara mengatasi netbook yang “ngadat” dan tidak mau loading ini adalah dengan melihat pesan yang diberikan oleh netbook. Apa yang tertulis di layar netbook, apakah boot file missing?, apakah hanya terdengar bunyi “bib-bib”? apakah netbook restart saat sedang loading? Dengan melihat tanda atau pesan yang disampaikan kita bisa mencoba mengatasi netbook “mati” ini. Meskipun mungkin anda tak perlu pusing, segera bawa ke servis komputer, habis perkara.

Namun setidaknya jika anda tahu penyebabnya, anda bisa mengatasi sendiri, sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga anda. Namun kebanyakan netbook mati, karena masalah software. Dan sangat jarang karena masalah hardware, kecuali netbook yang sudah lama dipakai.

Cek jack DC dan adaptornya.

Jika netbook tidak mau start atau nyala, coba cek jack DC dan adaptornya. Jika saat jack DC dicolok ke netbook, tidak ada indikator power di netbook yang nyala, maka bisa bisa jadi adaptornya rusak atau konnektor jack DCnya yang rusak. Namun jika saat dicolok power indikatornya nyala, tapi tidak mau start, maka bisa dipastikan konnektor DCnya yang rusak.

Resolder konnektor DC bisa dilakukan, jika konnektornya yang rusak. Biasanya pada netbook jenis tertentu, memiliki kelemahan di konektor DCnya. Dan resolder  biasanya bisa mengatasi masalahnya. Namun jika netbook pernah mengalami masalah ini, maka anda jangan sering melepas jack DC dari netbook tersebut. Karena konektor DC tersebut akan rusak lagi. Resikonya anda harus memasang selamanya.

Boot disk not found atau missing.

Jika netbook bisa start atau nyala dan “stack” dengan boot disk not found atau missing, maka cara mengatasinya dengan melihat hardisknya dulu. Apakah hardisknya masih terdeteksi oleh BIOS, jika hardisk tidak terdeteksi, maka bisa jadi hardisknya sudah rusak. Cara mengeceknya dengan melihatnya di BIOS, tekan F2 untuk masuk ke BIOS. Ini tergantung dari jenis netbook, keystroke ke BIOS bisa berbeda, kadang dengan menekan tombol “esc” untuk masuk ke BIOS.

Jika hardisknya masih terdeteksi, maka biasanya dengan reinstall OS atau mengganti boot filenya, sistem akan bisa loading kembali. Anda bisa menggunakan flashdisk hirens yang tersedia di Toko Komputer Online. Disitu anda bisa copy boot file ke root sistem, agar sistem bisa loading kembali.

Sistem restart saat loading OS.

Ini bisa terjadi karena ada file sistem yang korupt atau bisa juga hardisknya rusak. Cara mengatasinya adalah dengan reinstall OS, karena anda akan kesulitan mencari file mana yang korupt. Reinstal akan butuh waktu sekitar 30 menit dan selesai masalah. Anda harus back up dulu datanya sebelum reinstall.

Namun jika sistem “stack” tidak mau diinstall ulang, maka bisa jadi hardisknya yang rusak. Namun pastikan cek dulu dengan program hirens, apakah kerusakan hardisk bisa diperbaiki atau tidak. Jika tidak bisa diperbaiki, maka ganti hardisknya.

Kebanyakan netbook “mati” atau “crash” karena sistem atau program OSnya yang korupt. Dan biasanya dengan reinstall akan menyelesaikan masalah. Namun selalu pasang antivirus, karena biasanya virus atau malware-lah yang menyebabkan sistem OS korupt.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Custom Search

G+ Followers

Selamat datang di Infotipso kami sedang melakukan survey untuk memperbaiki layanan web kami teruskan logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved | Template Created by Infotipso Proudly powered by Blogger
-->