logo blog
Selamat Datang Di Infotipso
Terima kasih atas kunjungan Anda di Infotipso,
semoga bisa bermanfaat dan memberikan pengetahuan pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Overdosis Obat Pereda Nyeri


Sering tanpa disadari kita menggunakan obat pereda nyeri yang berlebihan atau overdosis. Hal ini terjadi mungkin karena ketidaktahuan, atau kurangnya informasi, dan ketidaktelitian dalam menggunakan obat pereda nyeri. Padahal penggunaan obat pereda nyeri yang berlebihan atau overdosis bisa menyebabkan gangguan pada fungsi hati atau liver.

Memang penggunaan obat pereda nyeri menjadi tak terkontrol saat serangan rasa sakit yang tak kunjung reda. Disini sering kita mengabaikan batas waktu obat untuk bereaksi, sehingga sering kita tanpa sengaja menggunakan dobel dosis pada obat pereda nyeri. Akibatnya overdosis sering tak terhindarkan.

A. Overdosis lebih sering karena pemahaman yang salah pada komposisi obat.

Dalam riset yang dilakukan oleh Dr Michael Wolf dari Northwestern University, menemukan banyak orang dewasa, terutama pada lansia menggunakan obat pereda nyeri yang berlebihan, bahkan sudah dalam kategori overdosis. Kebanyakan mereka tidak melihat komposisi dari masing-masing obat yang diminum secara bersamaan. Padahal setiap obat, terutama yang dijual bebas pasti tertulis komposisi dari setiap obat. Ini yang seharusnya diperhatikan sebelum menggunakan obat pereda nyeri tersebut.

Dalam penelitiannya, Dr Michael juga menemukan adanya pemahaman yang salah, yang dilakukan oleh banyak orang. Diantaranya, menggunakan obat pereda nyeri lebih dari 4 gram dalam 24 jam. Padahal batas penggunaan obat pereda nyeri adalah 4 gram dalam 24 jam, lebih dari itu adalah overdosis. Bahkan dalam penelitiannya, Dr Michael juga menemukan pengguna obat pereda nyeri 6 gram dalam 24 jam. Terutama pada lansia sering mereka lupa sudah berapa banyak obat pereda nyeri yang telah digunakan.

B. Memperhatikan komposisi obat, akan menghindari overdosis.

Biasanya pada obat pereda nyeri yang dijual bebas tertulis komposisi dan dosis yang direkomendasikan. Dan Acetaminophen adalah unsur utama pada obat pereda nyeri yang harus anda perhatikan. Jika anda juga menggunakan obat pereda nyeri jenis lain, selalu cek komposisinya juga. Kecuali obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter, biasanya dokter sudah memastikan dosis yang diberikan sudah tepat. Maka anda harus menginformasikan ke dokter obat pereda nyeri yang sudah atau sedang digunakan, sehingga dokter tidak salah dalam memberikan dosis pada obat pereda nyeri lainnya.

Jika anda menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas, pastikan dosis Acetaminophen-nya tidak melebihi dosis yang direkomendasikan, yaitu 4 gram per 24 jam. Lihat di kemasan obat pereda nyeri tersebut, komposisi dan dosisnya tertulis, dan anda harus cermat menghitung berapa gram yang mungkin sudah anda gunakan. Karena kelebihan dosis obat pereda nyeri atau overdosisi bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati.

Jika dalam satu kali 24 jam rasa nyeri tak kunjung reda, jangan gunakan obat pereda nyeri dengan dosis yang lebih tinggi, apalagi melebihi dosis yang disarankan dalam 24 jam. Dan lebih baik saat sakit tak kunjung reda, lebih baik berkunjung ke dokter atau layanan medis terdekat. Karena bisa jadi rasa sakit yang harus diobati adalah penyebabnya, bukan rasa nyerinya saja.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Custom Search

G+ Followers

Selamat datang di Infotipso kami sedang melakukan survey untuk memperbaiki layanan web kami teruskan logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved | Template Created by Infotipso Proudly powered by Blogger
-->