.

Makanan Pemicu Asam Lambung


Banyak dari kita tidak menyadari mengalami rasa panas di dada setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Gejala ini dikenal dengan Gastroesophageal Reflux, naiknya asam lambung ke kerongkongan karena asam lambung yang berlebih. Beberapa makanan memang memicu produksi asam lambung yang berlebih.

Makanan yang menyebabkan produksi asam lambung berlebih ini seharusnya tidak dikonsumsi sebagai camilan atau saat perut kosong, tapi dimakan bersama dengan makanan besar lainnya, semisal nasi atau sandwich. Atau tidak dikonsumsi secara berlebih. Karena akan merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.

A. Pengaturan pola makan menekan produksi asam lambung.

Perlu langkah yang tepat dalam mengatur jenis makanan apa yang patut dikonsumsi. Karena kita membutuhkan berbagai jenis makanan tersebut untuk memenuhi komponen gizi yang kita butuhkan. Terutama unsur protein, vitamin, dan mineral.

Pengaturan pola makan ini bisa dilakukan secara seimbang, sesuai dengan nilai gizinya. Yaitu memilih makanan yang memiliki unsur gizi yang diperlukan tubuh, dan menekan pengaruhnya bagi pencernaan. Sudah tentu produksi asam lambung berlebih akan mengganggu organ pencernaan. Namun menghindarinya akan berakibat kurangnya asupan gizi pada tubuh kita.

B. Beberapa makanan pemicu asam lambung, jika dikonsumsi secara berlebihan:

Jeruk

Segala macam produk jeruk, seperti lemon dan grapefruits, dapat menjadi pemicu produksi asam lambung pada beberapa orang. Jeruk mengandung sejumlah besar asam yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Jika Anda salah satu pecinta buah jeruk, hindari mengkonsumsi buah tersebut pada waktu perut kosong.

Tomat

Tomat juga tinggi akan kandungan asamnya. Jumlah asam yang terkandung di tomat segar jauh lebih banyak ketimbang setelah dimasak. Meskipun tomat memiliki kadar antioksidan yang tinggi, tapi makanan ini tidak dianjurkan dikonsumsi saat perut kosong. Tapi bermanfaat jika dimasak atau dikonsumsi dengan makanan lainnya. 

Bawang putih

Bawang putih adalah makanan super yang dikenal memiliki manfaat kesehatan luar biasa. Setiap potongan siung bawang putih dapat memberikan solusi alami terbaik untuk membantu pengobatan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penumpukan plak di arteri, gula darah tinggi dan pembekuan darah. Bahkan beberapa ahli menyakini, bawang putih dapat membantu mencegah kanker dengan menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi ukuran mereka. Bawang juga mengandung antibiotik, memiliki sifat antivirus dan antijamur serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun beberapa senyawa pada bawang putih juga dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Makanan pedas

Sama seperti bawang putih, makanan pedas seperti lada dan cabai  dapat memicu produksi asam lambung. Tidak seperti beberapa makanan lainnya, mengkonsumsi makanan pedas dalam jumlah sedang tidak akan mengurangi produksi asam lambung. Bahkan bila dikonsumsi dalam jumlah kecil sekalipun.

Pepermin

Banyak orang yang terkejut mengetahui bahwa pepermin sebagai pemicu asam lambung. Pasalnya, pepermin selama ini dikenal membantu menenangkan perut dengan relaksasi otot-otot perut dan membantu empedu untuk mencerna lemak. Dan relaksasi otot-otot perut dapat menyebabkan asam lambung bocor keluar dan mengalir kembali ke kerongkongan, sehingga menimbulkan rasa panas di dada yang meningkat. 

Keju, kacang dan steak daging

Keju, kacang dan daging merupakan jenis makanan yang berkontribusi dalam memicu sensasi rasa panas pada dada, karena tinggi kandungan lemak. Perlu diketahui, makanan yang tinggi lemak tidak dapat dicerna secepat makanan rendah lemak. Perut tidak dapat dikosongkan dengan cepat ketika mengandung makanan berlemak, akibatnya makanan menumpuk di perut dan menekan esophageal sphincter (cincin otot antara esophagus bagian bawah dan lambung). Untuk mencegah produksi asam lambung, Anda hanya perlu memilih susu rendah lemak dan mengurangi konsumsi daging. Untuk mengurangi kandungan lemak, hindari penyajian daging dengan cara digoreng.

Alkohol

Alkohol, termasuk bir, anggur dan minuman keras, semua dapat berkontribusi untuk memicu produksi asam lambung berlebih. Anggur merah memiliki efek yang sama seperti tomat dan buah jeruk. Moderasi adalah kunci untuk menghindari masalah ini. Beberapa orang mungkin dapat minum dua gelas tanpa ada efek samping, tetapi untuk orang lain, hal ini bisa menimbulkan rasa panas di dada meski hanya meneguk beberapa gelas.

Kafein

Selain kopi dan teh, soda dan minuman berkafein dapat dengan cepat memicu sensasi panas. Sebelum menikmati secangkir kopi atau teh, pastikan Anda sudah mengisi perut dengan makanan ringan atau snack. Roti adalah pilihan yang baik karena mereka akan membantu menyerap asam yang berkeliaran di dalam perut. 

Coklat

Coklat dapat menjadi penyebab serangan asam lambung berlebih. Coklat memiliki efek relaksasi pada otot perut, sehingga meningkatkan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Mengkonsumsi coklat setelah makan dapat menghindari produksi asam lambung. Anda tidak perlu menghindari konsumsi coklat sama sekali. Dengan membatasi porsinya, hal itu sudah dapat membantu meringankan timbulnya sensasi panas di dada.

Beberapa makanan memang menyebabkan produksi asam lambung berlebih. Jadi harus dikonsumsi dengan makanan lainnya, atau perut dalam keadaan tidak kosong. Pemilihan makanan akan menghindarkan diri dari sakit perut atau gangguan pencernaan lainnya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved